Sebuah kedai burger pinggir jalan di Bangi, sebuah kota sekitar 30 km selatan Kuala Lumpur, memiliki tanda sederhana yang menyatakan “kami usahawan OKU (kami adalah pengusaha cacat)” untuk menunjukkan bahwa komunikasi perlu dilakukan secara berbeda. Sebuah buku terbuka di atas meja bagi pelanggan untuk menuliskan pesanan mereka. Buku ini dipenuhi sampai penuh sehingga sering diganti […]
