Cobalah bayangkan dunia tanpa alat ukur, tentu dunia menjadi tak teratur! Orang-orang di zaman kuno menggunakan berbagai bagian tubuh mereka untuk mengukur berbagai hal. Satu inci adalah lebar ibu jari pria, satu tangan secara harfiah berarti lima jari, satu rentang adalah panjang lengan yang direntangkan, dan halaman di abad ke-12 adalah jarak dari hidung Raja Henry I ke ibu jari dari jempolnya yang terulur. lengan.

Orang Mesir mengukur dengan satuan ukur hasta sebagai jarak dari siku ke ujung jari. Jadi begitulah cara mereka merancang dan mengukur piramida, satuan yang sama juga diyakini digunakan saat Nabi Nuh membangun Bahtera dalam “hasta”. Orang Yunani Kuno mengukur jarak dari ujung ibu jari ke ujung jari telunjuk yang kita kenal dengan istilah “jengkal”. Saat ini Indonesia hanya mengakui dan menerapkan secara resmi satuan ukur dimensi METRIK dan ilmu ukur METROLOGI dalam perekonomian yang juga diakui sama dan konstan diseluruh penjuru dunia.

METROLOGY ITU APA?

Metrology merupakan ilmu pengukuran metrologi, bisa disimpulkan melalui 3 hal dasar: Definisi unit pengukuran standar internasional, Praktik realisasi unit pengukuran, dan Penerapan rantai keterlacakan (Nilai pengukuran dengan standar referensi).

Kegiatan pengukuran digunakan dalam berbagai tingkatan oleh tiga sub-bidang dasar Metrologi serta melalui beragam metode dan alat bantu pengukuran atau measuring tools.

Metrologi (ilmu pengukuran) adalah disiplin ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran, kalibrasi dan akurasi di bidang industri, ilmu pengetahuan dan teknologi. Metrologi mencakup tiga hal utama:

  1. Penetapan definisi satuan-satuan ukuran yang diterima secara internasional (misalnya meter)

  2. Perwujudan satuan-satuan ukuran berdasarkan metode ilmiah (misalnya perwujudan nilai meter menggunakan sinar laser)

  3. Penetapan rantai ketertelusuran dengan menentukan dan merekam nilai dan akurasi suatu pengukuran dan menyebarluaskan pengetahuan itu (misalnya hubungan antara nilai ukur suatu mikrometer ulir di bengkel dan standar panjang di laboratorium standar)

Metrologi dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama dengan tingkat kerumitan dan akurasi yang berbeda-beda:

  • Metrologi Ilmiah: berhubungan dengan pengaturan dan pengembangan standar-standar pengukuran dan pemeliharaannya.

  • Metrologi Industri: bertujuan untuk memastikan bahwa sistem pengukuran dan alat-alat ukur di industri berfungsi dengan akurasi yang memadai, baik dalam proses persiapan, produksi, maupun pengujiannya.

  • Metrologi Legal: berkaitan dengan pengukuran yang berdampak pada transaksi ekonomi, kesehatan, dan keselamatan.

Bidang-bidang Metrologi

Metrologi Ilmiah dibagi oleh BIPM (Bereau International des Poids et Measures), Biro Internasional Timbangan dan Takaran menjadi 9 bidang teknis:

  • panjang

  • kelistrikan

  • massa dan besaran terkait

  • waktu dan frekuensi

  • suhu

  • radiasi pengion dan radioaktivitas

  • fotometri dan radiometri

  • akustik

  • jumlah zat

Pencatatan data pengukuran dan ketertelusuran kalibrasi alat ukur diperlukan untuk memastikan kepercayaan dalam pengukuran. Pengakuan kompetensi metrologi dalam industri dapat dicapai melalui perjanjian saling pengakuan, akreditasi, atau peer review. Metrologi industri juga membutuhkan metode pengolahan data serta aksesoris transfer datanya.

Metalextra menjual beragam alat ukur Gauge beserta jig aksesorisnya untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam standar ISO Metrik maupun standar Jerman DIN, Jepang JIS dan Amerika Serikat ANSI.

Jika Anda merasa sulit untuk mencari alat kerja industri yang lebih efektif, jangan ragu untuk mencari bantuan dari spesialis yang dapat membantu Anda memilih yang akan memberi Anda manfaat maksimal. Hubungi kami melalui chat online yang ada di pojok kanan bawah website ini atau melalui email : [email protected]

error: Alert: Content is protected!